Kisahmu, Kisah Kami



Halo sobat Buku Ceritamu, apa kabar? Selamat datang di blog Buku Ceritamu. 

Ini adalah tulisan pertama sekaligus menjadi perkenalan singkat tentang apa yang akan kita lakukan bersama. 

Bullying merupakan salah satu masalah besar yang dihadapi dunia saat ini. Semakin lama hal ini semakin menjamur dan membawa keresahan kepada masyarakat. Korban bully juga semakin banyak dan beragam kasusnya. Bisa jadi masalah fisik, mental, atau sekedar ucapan-ucapan yang kurang pantas. Namun banyak diantara mereka yang tidak mampu menyampaikan apa yang mereka rasakan. Selain itu, ada juga yang mungkin saja bingung harus bercerita  kepada siapa. 

Oleh karena itu, Buku Ceritamu dibentuk sebagai media yang berfungsi sebagai teman, sahabat dan keluarga yang siap untuk mendengarkan kisah-kisah mengenai bullying. Buku Ceritamu merupakan blog berisi tulisan-tulisan yang fokus pada hal-hal mengenai bullying. Semua orang, baik tua maupun muda, laki-laki atau perempuan dapat menjadi kontributor dalam blog ini. Semua orang bebas bercerita dan menyampaikan pengalamannya. Baik sebagai korban maupun saksi. Akan ada kolom komentar yang digunakan sebagai tempat untuk saling memberikan dukungan, saran bahkan sebagai media untuk bertukar informasi lebih. 

Kalian ingin bergabung sebagai kontributor? 
Berikut langkah-langkahnya : 

1. Tuliskan pengalaman kalian mengenai Bullying 
2. Kirimkan tulisan tersebut dalam bentuk file Ms. Word ke email bukuceritamu@gmail.com
3. Subjek : BC_Nama Penulis
4. Pada Body Email, sertakan nama lengkap, umur, alamat yang lengkap
5. Cantumkan BERSEDIA jika ingin identitas kalian ingin disertakan, TIDAK BERSEDIA jika identitas ingin disamarkan
6. Cerita yang sudah diterima akan di edit, lalu di upload sesuai jadwal yang ditentukan oleh Tim Buku Ceritamu

Bagaimana, mudah kan? Tunggu apalagi, mari saling berbagi cerita dan memberikan kepedulian kita untuk sesama karena Kisahmu, Kisah Kami 

Cheers,
Tim Buku Ceritamu

Comments

Popular posts from this blog

Senioritas, Penyakit Lama by Anonim

Menjadi Pembully Itu Tidak Keren, Percayalah Saya Tahu Rasanya by Anonim