Karma Akan Berlaku, Saya Pelaku dan Adik Saya Terkena Dampaknya




Teman-teman semuanya, maaf jika saya tidak memperkenalkan diri dengan pantas. Tapi semoga kalian menikmati cerita saya ini dan akan banyak mengambil pelajaran dari apa yang akan saya jelaskan nanti.

Saya adalah anak sulung dari tiga bersaudara. Saya punya dua adik laki-laki, sementara saya sendiri adalah seorang perempuan. Saat ini saya sudah bekerja di salah satu kantor e-commerce di Jakarta.
Dulu ketika masih sekolah, saya adalah satu orang yang bisa dibilang suka membully. Sejak SD sampai SMA saya melakukan tindakan bullying terhadap teman kelas dan waktu itu saya benar-benar menikmatinya. Bagi saya ini hanya sebuah rasa iseng biasa tidak lebih jadi kenapa harus dipermasalahkan. Sebenarnya bukan saya sendiri, tapi ada beberapa teman-teman yang juga ikut melakukan hal ini terhadap teman saya yang dibully.

Lalu, saat ini karma atas tindakan saya sepertinya mulai terjadi .....

Adik bungsu saya saat ini duduk di kelas empat SD. Di sekolah, adik saya ini ternyata sering dibully oleh teman-temannya. Dia sering dibully karena badannya yang kecil untuk ukuran anak kelas empat SD, sering dia dibilang kurang gizi atau penyakitan. Hal ini sempat membuat adik saya mogok untuk ke sekolah, setiap pagi ketika dibangunin untuk ke sekolah dia selalu menangis dan bersikeras untuk tidak ke sekolah. Pernah dia benar-benar mogok sekolah selama satu minggu tanpa alasan.

Beberapa bulan kemudian adik saya akhirnya jujur kepada mama saya tentang apa yang dia alami, bahwa dia sering dibully oeh teman-temannya. Akhirnya mama memutuskan untuk bertemu dengan teman-teman adik saya beserta orangtua mereka untuk membahas hal ini. Hasilnya juga baik sepertinya, sayang sekali saya baru tahu cerita ini setelah masalah selesai dan saya menangis menyesali perbuatan saya dulu. Jika waktu itu saya tahu kalau adik saya di sekolah diperlakukan begitu buruk oleh teman-temannya maka saya sendiri yang akan turun tangan untuk menegur anak-anak tersebut dan orangtuanya.

Di usia 24 tahun ini, saya menyadari bahwa peran dan kerjasama orangtua dalam membentuk karakter anak adalah hal yang penting. Saya tidak menyalahkan siapapun, termasuk orangtua saya yang sibuk, namun saya dan adik-adik saya membutuhkan pendampingan yang tidak kami dapatkan dengan baik.

Sekarang hubungan adik saya dan teman-temanya sudah membaik. Ini karena saya dan mama menanamkan peringatan kalau ada temannya yang suruh beli ini dan itu tidak boleh langsung dituruti kecuali benar-benar orang itu terdesak dan membutuhkan bantuan. Jika ada teman yang suka berbicara kasar lebih baik dihindari, sebisa mungkin jauhi teman yang tidak baik. Untungnya adik saya paham akan hal ini dan dia mulai lebih bahagia di sekolah dibandingkan dengan waktu sebelumnya. Saya ingin adik saya paham bahwa ketika ada yang berbiacara dengannya dengan bahasa yang tidak sopan atau sampai menggunakan bahasa yang kotor adalah salah satu bentuk bullying.

Jika kamu benci dengan bullying dan ingin akan bullying ini berhenti menjamur di lingkungan kita, maka semuanya harus dimulai dengan diri sendiri. Siapapun yang membaca ini harus mampu menghargai dirinya sendiri, menghargai keterbatasan yang kamu miliki dan mencoba untuk menerimanya. Berhenti menjadi toxic untuk diri sendiri.  

Comments

Popular posts from this blog

Senioritas, Penyakit Lama by Anonim

Menjadi Pembully Itu Tidak Keren, Percayalah Saya Tahu Rasanya by Anonim